Akhirnya ketemu lagi sama mahluk aneh bikinan Mandelbrot ini. Kali ini tidak dalam ujud teori yang menggemaskan dari Himpunan Cantor, Segitiga Sierpinsky, Dimensi Hitung-Kotak ataupun Ukuran Haussdroff, tapi dalam bentuk indikator untuk mendeteksi pergerakan harga mata uang.

wow! tidak terbayangkan sebelumnya kalau teori himpunan mengenai benda-benda tak teratur ini dapat diterapkan sebagai indikator di dalam memprediksi pergerakan nilai mata uang.

Begini penjelasannya: sebuah indikator fraktal terbentuk jika sebuah bar dengan high lebih tinggi dari 2 high bar sebelumnya dan bar setelahnya (fraktal up); sebaliknya disebut fraktal down. Indikator fraktal menjadi tanda support (fraktal down) dan resistense (fraktal up). ini dia menariknya. sederhana, tapi juga dinamis dalam menentukan S dan R dalam perdagangan mata uang.

Apa hubungannyan dengan fraktal sebagai geometri benda-benda tak beraturan ya?

Menurut Bill William, pergerakan nilai mata uang tidak dapat diprediksikan. Pergerakan yang terjadi berupa chaos. Fraktal mendekati ketidakteraturan sebagai bentuk pengulangan struktur. Cabang sebuah pohon yang tidak teratur merupakan bentuk pengulangan dari ranting-rantingnya. Bagaimana dengan pergerakan mata uang? Apakah bentuk trend besar merupakan bentuk pengulangan gerakan-gerakan kecilnya? Kupikir idenya seperti itu.

Alligator

Kalo buaya yang satu ini, aku tidak tahu asal-usulnya. Grafik yang dipergunakan adalah tiga buah Exponential Moving Average, dengan periode 13, 8 dan 5. kenapa angka-angka itu yang dipilih? apa yang terjadi dalam periode-periode itu? pertanyaan yang perlu dicari jawabannya.

Om… itu kan angka-angka dalam deret fibonacci?

Hm… 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34…
Kowe bener Le…

Tapi sementara, diterima saja dulu. Percaya saja dulu sama Om Bill William. Grafik periode 5 (warna kuning) melambangkan bibir buaya, periode 8 (merah) adalah gigi buaya, dan 13 melambangkan rahang. wow… penggambaran yang menarik.

Om, bagaimana kalo kita perbesar buayanya? 3untuk hidung, 21 untuk kaki buaya dan 34 untuk perutnya.

Ra sah dipikir mumet2 dulu, 3 garis aja dah bikin buaya itu jadi jelek… gimana kalo lima? Kon arep gawe monster apa?

Lupakan teori itu. Sekarang kembali ke aturan untuk masuk ke dalam pasar.

  1. Lakukan buy-stop satu titik di atas fraktal-up. dan sebaliknya lakukan sell-stop satu titik di bawah fraktal-down. artinya, itu breakout.
  2. Jika keluar tanda fraktal yang searah, maka lupakan indikator fraktal di nomor 1. Hapus order-tertunda (pending order), ganti pending order berdasarkan fraktal yang baru (yang searah).
  3. Jangan open Buy kalo buaya mengarah ke bawah, dan jangan sell kalo buaya mengarah ke atas. Apapun kesimpulanmu atas point 1 dan 2.

Udah Om? masak cuman begitu?

Masih banyak sie. ada 3 dimensi lain selain dua yang udah disebut. ada Gatotkaca, tukang gawe mobat-mabit sing mengagumkan (Awesome Oscillator), Gas karo reme tukang gawe mobat-mabit (Acceleration/Deceleration Oscillator), garis seimbang (balance line trades). Untuk yang itu, nanti kita bahas lagi. Nek wis mudeng.