Kasih Ibu

Kasih ibu,
kepada beta
tak terhingga sepanjang masa

Hanya memberi,
tak harap kembali,
Bagai sang surya, menyinari dunia.

*courtesy of LirikLaguIndonesia.net

Coba ambil mesin pencari, lalu jelajahi blog yang mengutip lagu itu. Isinya melulu puji-puji kepada sosok yang kemudian diidealisasikan begitu sempurna. Ibu.
Lalu ada pula lagu puji tentang Ibu buatan Iwan Fals.
Sesempurna itukah sosok ibu? Lalu ucapan-ucapan sesal seolah diri tak ada arti apa-apa atas dibanding kasih ibu yang tak terbatas. Betulkah?
Yalah, itu penyederhanaan. Apakah ibu memberikan kasihnya tanpa pamrih? Dorongan apa sebetulnya yang membuat ibu begitu saja mengorbankan banyak hal demi anaknya, buah hatinya? Lalu karena itu si anak berhutang budi yang tak akan mampu terbayarkan?

Baik mari kita lihat.


3 Tanggapan to “Kasih Ibu”

  • agnes

    Pastinya sangat sempurna. Jika tdk ada ibu, rahim mana yg bisa dipinjam utk tempat bersemayam sang cabang bayi? Di mana pula, tempat menyusui bayi tersebut?
    Di mata saya, jika si ibu tdk sayang kpd anaknya, mana mungkin ia rela membuatkan makan siang subuh-subuh sebelum fajar utk dibawa anaknya ke kantor. Sekedar utk ngirit ongkos. So far, ibu itu sempurna!

    ps: salam buat ibunya mahija..

  • notwelldefined

    agnes. makasih sudah mampir dan kasih komentar. tulisan di atas masih akan dilanjutkan.
    tapi,
    entah kapan. :D

  • agnes

    a budi, saya berharapnya ada tulisan dari perspektif seorang ayah tentang istri dan putranya..
    yah, semoga saja dilanjutkan.. saya tunggu.. ;-)

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.