Kasih ibu,
kepada beta
tak terhingga sepanjang masaHanya memberi,
tak harap kembali,
Bagai sang surya, menyinari dunia.*courtesy of LirikLaguIndonesia.net
Coba ambil mesin pencari, lalu jelajahi blog yang mengutip lagu itu. Isinya melulu puji-puji kepada sosok yang kemudian diidealisasikan begitu sempurna. Ibu.
Lalu ada pula lagu puji tentang Ibu buatan Iwan Fals.
Sesempurna itukah sosok ibu? Lalu ucapan-ucapan sesal seolah diri tak ada arti apa-apa atas dibanding kasih ibu yang tak terbatas. Betulkah?
Yalah, itu penyederhanaan. Apakah ibu memberikan kasihnya tanpa pamrih? Dorongan apa sebetulnya yang membuat ibu begitu saja mengorbankan banyak hal demi anaknya, buah hatinya? Lalu karena itu si anak berhutang budi yang tak akan mampu terbayarkan?
Baik mari kita lihat.
Juli 18th, 2011 at 5:32 pm
Pastinya sangat sempurna. Jika tdk ada ibu, rahim mana yg bisa dipinjam utk tempat bersemayam sang cabang bayi? Di mana pula, tempat menyusui bayi tersebut?
Di mata saya, jika si ibu tdk sayang kpd anaknya, mana mungkin ia rela membuatkan makan siang subuh-subuh sebelum fajar utk dibawa anaknya ke kantor. Sekedar utk ngirit ongkos. So far, ibu itu sempurna!
ps: salam buat ibunya mahija..
Juli 19th, 2011 at 1:23 pm
agnes. makasih sudah mampir dan kasih komentar. tulisan di atas masih akan dilanjutkan.
tapi,
entah kapan.
Juli 20th, 2011 at 12:44 pm
a budi, saya berharapnya ada tulisan dari perspektif seorang ayah tentang istri dan putranya..
yah, semoga saja dilanjutkan.. saya tunggu..