Monthly Archives: Mei 2011

Ateis

Apa yang akan terjadi padamu bila kamu mengaku bahwa kamu meyakini bahwa tuhan tidak ada? Apabila kamu hidup di Indonesia dan orang-orang terdekatmu adalah orang yang beragama, mulai dari pacar, teman, hingga orang tua akan mengajakmu berdebat. Cuma perdebatan, bukan sebuah diskusi yang akan melengkapi proses perenunganmu (apabila sebelum pengakuan itu kamu adalah orang yang mengikuti agama orang tuamu, taat pula). Inilah jenis pertanyaan yang akan ditujukan untukmu.

Satu, kamu akan ditanya “kenapa?” Seolah-olah kamu telah berbuat kesalahan.
“Apakah kamu mengalami semacam kekecewaan, lag, antara harapan dan kenyataan?” Point besarnya seperti itu.

Dua, kamu akan dituntut untuk membuktikan “kepercayaan baru”-mu itu. Mereka minta kamu untuk membuktikan bahwa tuhan tidak ada. Itu dengan harapan bahwa kamu akan kembali ke pangkuan agama mereka. Temanya tidak jauh dari Kausa Prima. “Siapa yang menciptakan kamu?”

Tiga, apabila kamu menunjukkan kenyataan bahwa perilaku orang beragama yang justru berperilaku tidak jujur, melanggar HAM dll, kamu akan didoktrin bahwa itu terjadi karena pemahaman yang salah, tidak ada yang salah dengan ajaran agama itu sendiri, meskipun kamu dengan jelas menguraikan beberapa ajaran yang menurutmu tidak sesuai.

Empat, kamu akan ditanya tentang siapa yang lantas kamu jadikan panutan dalam aturan tingkah lakumu seolah kamu akan segera bertindak tanpa batas, tanpa aturan. Kamu akan dituntut untuk menjelaskan konsep etika yang kamu pegang setelah kamu percaya bahwa tidak ada tuhan yang memberikan aturan (manual) dalam menjalani hidup. Aih… baru selesai berpikir metafisik tentang ketidakadaan tuhan, kamu dituntut untuk belajar cabang filsafat berikutnya: etika.

Lima, kamu akan dinasihati, sebagian akan mengatakan bahwa ia pernah melalui fase “keateisan” seperti yang kamu alami. LOL. Dan kamu diminta untuk melanjutkan prosesmu dalam usaha “menemukan” tuhan, asal kamu masih setia dengan hati nuranimu.

Masih banyak pertanyaan/komentar yang lain, apabila kamu menyatakan diri sebagai disbeliever di negeri ini.
Mau nambahin? silakan.

Iklan